Journal of Islamic Education and Learning https://www.ejournal.stisdulamtim.ac.id/index.php/JIEL <p><strong><img style="float: left; width: 195px; margin-top: 8px; margin-right: 10px; border: 2px solid #184b80;" src="https://ejournal.stisdulamtim.ac.id/public/site/images/admin/jurnal2.jpg" alt="" width="157" height="307" /></strong></p> <p>Journal of Islamic Education and Learning is an open access and peer-reviewed journal in the field of Islamic Education and Learning published by the Darul Ulum School of Islamic Sciences (STIS) East Lampung, Indonesia. articles in the Journal of Islamic Education and Learning are important building blocks in the development of public knowledge. This is a direct reflection of the quality of the work of the authors and the institutions that support them. Peer-reviewed articles support and embody the scientific method.</p> <p>The Journal of Islamic Education and Learning is published twice a year in the following months: July and December. Each issue consists of nine (9) articles and therefore each volume has eighteen (18) articles.</p> <p>The focus of the Journal of Islamic Education and Learning is to provide scientific articles on Islamic Education and Learning which are developed through academic articles, critical statements on current issues, developmental practices, actions.</p> <p>The Journal of Islamic Education and Learning accepts papers from academics on education and learning, curriculum and teaching methodologies, technology in education, educational psychology, management and leadership education, children's education, chemistry education, distance education, language education, mathematics education, and vocational education.</p> en-US stisdulamtim25@gmail.com (Ahmad Abroza) saniatulhidayah2@gmail.com (Saniatul Hidayah) Wed, 24 Dec 2025 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Evaluasi Kurikulum dan Metode Pengajaran https://www.ejournal.stisdulamtim.ac.id/index.php/JIEL/article/view/133 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kurikulum dan metode pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar, dengan fokus pada relevansi materi, metode pengajaran, dan motivasi siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui Systematic Literature Review (SLR), yang menganalisis literatur terkini mengenai kurikulum PAI, metode pengajaran, dan tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran agama di sekolah dasar. Data dikumpulkan dari artikel, jurnal, dan laporan penelitian yang relevan dalam rentang waktu 2020-2025. Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan tiga isu utama: (1) kurikulum PAI yang kurang terintegrasi dengan kehidupan nyata siswa, (2) dominasi metode pengajaran konvensional seperti ceramah dan hafalan, serta (3) rendahnya motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Temuan ini berkontribusi terhadap pemahaman bahwa kurikulum dan metode pengajaran PAI perlu diperbarui agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman dan sosial siswa, serta memanfaatkan metode yang lebih interaktif dan kontekstual. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya revisi kurikulum PAI dan peningkatan kompetensi guru dalam menggunakan metode pengajaran yang inovatif dan relevan. Implikasi praktis dan kebijakan yang dihasilkan adalah perlunya pengembangan kurikulum yang lebih aplikatif, serta pelatihan bagi guru untuk mengimplementasikan pendekatan yang lebih dinamis. Penelitian lebih lanjut di lapangan disarankan untuk mengonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi pengaruh teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.</p> Abdul Hadi, Kusik Kusuma Bangsa , Nazer Ali Abdulghani Copyright (c) 2025 Abdul Hadi et al. https://www.ejournal.stisdulamtim.ac.id/index.php/JIEL/article/view/133 Wed, 24 Dec 2025 00:00:00 +0000 KARAKTERISTIK KURIKULUM DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM https://www.ejournal.stisdulamtim.ac.id/index.php/JIEL/article/view/144 <p><em>Kurikulum dirancang untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar. Dalam konteks pendidikan Islam, kurikulum memiliki penekanan khusus pada penghambaan kepada Allah, sehingga secara mendasar sangat terkait dengan tujuan utama ajaran Islam. Tulisan ini berupaya menguraikan hakikat kurikulum dari perspektif filsafat pendidikan Islam. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka dengan menelaah berbagai referensi berupa buku dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa esensi kurikulum dalam filsafat pendidikan Islam mencakup beberapa komponen penting, seperti prinsip dasar kurikulum, karakteristik khas kurikulum Islam, serta ruang lingkup yang membentuknya. Filsafat dipahami sebagai proses berpikir secara mendalam, sistematis, menyeluruh, dan universal untuk menemukan kebenaran atau inti dari suatu persoalan. Dalam ranah pendidikan, filsafat berfungsi sebagai landasan reflektif untuk memahami berbagai realitas pendidikan secara komprehensif. Melalui pendekatan filsafati, dapat ditemukan arah, nilai, dan kebijakan yang mendukung kemajuan pendidikan. Dalam pendidikan Islam, fokus refleksi diarahkan pada kurikulum sebagai objek kajian. Kurikulum dipandang sebagai seperangkat rancangan yang berisi tujuan, materi, isi pelajaran, serta metode yang menjadi pedoman dalam kegiatan pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan. Kurikulum pendidikan Islam bertujuan membentuk kepribadian peserta didik sesuai ajaran Islam berlandaskan keimanan dan bersumber pada Al-Qur’an serta Hadis dengan orientasi pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Selain sebagai dokumen perencanaan, kurikulum juga dipandang sebagai praktik pelaksanaan yang harus mampu menyesuaikan diri dengan dinamika perkembangan zaman, sehingga tetap relevan dalam membimbing peserta didik menuju tujuan pendidikan Islam.</em></p> Ria Mindi Anisa, Muh. Habibulloh Copyright (c) 2025 Ria Mindi Anisa et al. https://www.ejournal.stisdulamtim.ac.id/index.php/JIEL/article/view/144 Wed, 24 Dec 2025 00:00:00 +0000 Implementasi Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam pada Mahasiswa Pendidikan Biologi UIN Sunan Kalijaga https://www.ejournal.stisdulamtim.ac.id/index.php/JIEL/article/view/169 <p>Perkembangan pendidikan tinggi pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut proses pembelajaran yang adaptif, humanis, dan mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik mahasiswa. Secara ideal (das sollen), pembelajaran di perguruan tinggi keislaman diarahkan untuk mengembangkan potensi mahasiswa secara optimal sesuai dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajarnya. Namun, pada praktiknya (das sein), pembelajaran mata kuliah Sejarah Peradaban Islam (SPI) pada mahasiswa berlatar belakang sains masih cenderung menggunakan pendekatan konvensional yang kurang responsif terhadap perbedaan karakteristik belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan pembelajaran berdiferensiasi serta persepsi dan pengalaman belajar mahasiswa Pendidikan Biologi UIN Sunan Kalijaga pada mata kuliah SPI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung data kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert, observasi, dan dokumentasi terhadap 24 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa nilai rata-rata (mean) dan disajikan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,12, mencakup diferensiasi konten, proses, dan produk. Persepsi dan pengalaman belajar mahasiswa juga berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,08. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memberikan kontribusi positif terhadap keterlibatan, pemahaman, serta pengalaman belajar mahasiswa dalam mata kuliah SPI.</p> Eni Wahyuliani , Mahmud Arif , Nur Saidah , Fanida Susilowardani Copyright (c) 2025 Eni Wahyuliani et.al https://www.ejournal.stisdulamtim.ac.id/index.php/JIEL/article/view/169 Wed, 24 Dec 2025 00:00:00 +0000 Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Keislaman untuk Penanggulangan Pelecehan Seksual di Kalangan Pelajar https://www.ejournal.stisdulamtim.ac.id/index.php/JIEL/article/view/168 <p>Kasus pelecehan seksual di kalangan pelajar Indonesia terus meningkat, baik secara fisik, verbal, maupun digital. Upaya hukum melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual telah memperkuat perlindungan korban, tetapi langkah preventif melalui pendidikan karakter Islami masih kurang optimal. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep, relevansi, dan implementasi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman sebagai strategi pencegahan pelecehan seksual di kalangan pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi pustaka, dengan triangulasi sumber normatif Islam (Al-Qur’an dan hadis), regulasi hukum positif, serta hasil penelitian kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter Islami yang menekankan nilai iman, takwa, haya’, iffah, dan amanah efektif membentuk kesadaran moral peserta didik. Proses habituasi melalui pembiasaan praktik Islami seperti shalat berjamaah, doa bersama, sedekah Jumat, dan budaya 5S terbukti meningkatkan disiplin, religiusitas, dan kepekaan sosial. Nilai ihs?n dan akhlak bermedsos juga sangat relevan di era Society 5.0 dalam menghadapi tantangan kekerasan berbasis gender online. Implementasi pendidikan karakter Islami tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan integrasi kebijakan sekolah, penguatan peran keluarga, dan dukungan masyarakat agar nilai-nilai keislaman terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari siswa. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter Islami merupakan strategi preventif yang komprehensif, aplikatif, dan berkelanjutan dalam menanggulangi pelecehan seksual sekaligus membentuk generasi berakhlak mulia, tangguh, dan berdaya saing global.</p> Ilham Hardianto, Hatib Rachmawan Copyright (c) 2025 Ilham Hardianto et al. https://www.ejournal.stisdulamtim.ac.id/index.php/JIEL/article/view/168 Wed, 24 Dec 2025 00:00:00 +0000 Implementasi Kegiatan Origami dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B di PAUD Istiqomah Sribasuki, Lampung Timur https://www.ejournal.stisdulamtim.ac.id/index.php/JIEL/article/view/170 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kegiatan melipat kertas (origami) dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di PAUD Istiqomah Sribasuki, Lampung Timur. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan adanya peserta didik yang mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan tugas di kelas, sehingga stimulasi perkembangan motorik halus belum optimal. Oleh karena itu, kegiatan melipat kertas (origami) diterapkan sebagai salah satu bentuk stimulasi yang diharapkan mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk menggambarkan proses pelaksanaan kegiatan serta hasil yang dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kegiatan melipat kertas (origami) memberikan dampak positif terhadap perkembangan motorik halus anak. Kegiatan ini dinilai efektif, menyenangkan, serta memudahkan peserta didik dalam melatih koordinasi tangan dan jari. Proses implementasi dilakukan melalui tahapan persiapan bahan ajar atau Lembar Kerja Anak (LKA), penjelasan dan demonstrasi oleh pendidik, serta praktik langsung oleh peserta didik. Faktor pendukung dalam pengembangan motorik halus meliputi lingkungan belajar, stimulasi yang diberikan, dan tingkat kecerdasan anak, sedangkan faktor penghambat utamanya adalah lingkungan belajar yang kurang nyaman. Dengan demikian, kegiatan melipat kertas (origami) dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran untuk mengembangkan motorik halus anak usia dini.</p> Riska Nurlaila Azahra Copyright (c) 2025 Riska Nurlaila Azahra https://www.ejournal.stisdulamtim.ac.id/index.php/JIEL/article/view/170 Wed, 24 Dec 2025 00:00:00 +0000 Hadis Ahkam Muamalah sebagai Landasan Pendidikan Etika Sosial dalam Islam https://www.ejournal.stisdulamtim.ac.id/index.php/JIEL/article/view/172 <p>Islam sebagai agama yang bersifat <em>syumul</em> mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk hubungan sosial (<em>muamalah</em>) yang menuntut landasan etika yang kuat. Namun, realitas sosial kontemporer menunjukkan terjadinya krisis etika dalam praktik muamalah, seperti ketidakjujuran, ketidakadilan, eksploitasi, dan melemahnya solidaritas sosial. Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara ajaran normatif Islam (<em>das sollen</em>) dan praktik sosial umat (<em>das sein</em>). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep <em>Hadis Ahkam Muamalah</em> dalam perspektif pendidikan Islam, mengidentifikasi nilai-nilai etika sosial yang terkandung di dalamnya, serta merumuskan relevansinya sebagai landasan pendidikan etika sosial Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (<em>library research</em>), melalui pendekatan normatif-teologis dan pedagogis. Sumber data primer berupa kitab-kitab hadis dan literatur fikih muamalah, sedangkan sumber sekunder meliputi buku dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan teknik <em>content analysis</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis ahkam muamalah mengandung nilai-nilai etika sosial fundamental, seperti keadilan, kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan solidaritas sosial. Nilai-nilai tersebut bersifat universal dan kontekstual, serta relevan untuk diintegrasikan dalam pendidikan Islam melalui internalisasi nilai, pembiasaan perilaku etis, dan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa <em>Hadis Ahkam Muamalah</em> tidak hanya berfungsi sebagai sumber hukum Islam, tetapi juga sebagai landasan normatif dan pedagogis dalam pendidikan etika sosial Islam.</p> Afton Zuhri Adnan, Intan Muthoharoh Copyright (c) 2025 Afton Zuhri Adnan et al. https://www.ejournal.stisdulamtim.ac.id/index.php/JIEL/article/view/172 Wed, 24 Dec 2025 00:00:00 +0000