Implementasi Kegiatan Origami dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B di PAUD Istiqomah Sribasuki, Lampung Timur

Authors

  • Riska Nurlaila Azahra UIN Jurai Siwo Lampung

DOI:

https://doi.org/10.63761/jiel.v5i2.170

Keywords:

Motorik Halus, Origami, Anak Usia Dini, PAUD

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kegiatan melipat kertas (origami) dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di PAUD Istiqomah Sribasuki, Lampung Timur. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan adanya peserta didik yang mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan tugas di kelas, sehingga stimulasi perkembangan motorik halus belum optimal. Oleh karena itu, kegiatan melipat kertas (origami) diterapkan sebagai salah satu bentuk stimulasi yang diharapkan mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk menggambarkan proses pelaksanaan kegiatan serta hasil yang dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kegiatan melipat kertas (origami) memberikan dampak positif terhadap perkembangan motorik halus anak. Kegiatan ini dinilai efektif, menyenangkan, serta memudahkan peserta didik dalam melatih koordinasi tangan dan jari. Proses implementasi dilakukan melalui tahapan persiapan bahan ajar atau Lembar Kerja Anak (LKA), penjelasan dan demonstrasi oleh pendidik, serta praktik langsung oleh peserta didik. Faktor pendukung dalam pengembangan motorik halus meliputi lingkungan belajar, stimulasi yang diberikan, dan tingkat kecerdasan anak, sedangkan faktor penghambat utamanya adalah lingkungan belajar yang kurang nyaman. Dengan demikian, kegiatan melipat kertas (origami) dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran untuk mengembangkan motorik halus anak usia dini.

References

Afandi, A. (2019). Pendidikan dan perkembangan. Uwais Inspirasi Indonesia.

Ahmad, N. (2016). Meningkatkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan melipat dengan berbagai media pada anak kelompok B3 di TK ABA Karangmalang [Skripsi].

Arikunto, S. (2009). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Azwar, S. (2001). Metode penelitian (Edisi ke-3). Pustaka Pelajar.

Bungin, B. (2011). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Kencana.

Damayanti, A. (2012). Origami for kids 2. Buah Hati.

Hidayat. (2016). Peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan melipat kertas dengan metode pemberian tugas. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI), 1(3).

Hurlock, E. B. (2000). Perkembangan anak (Jilid 2). PT Gelora Aksara Pertama.

Hurlock, E. B. (2007). Perkembangan anak (Jilid 1). PT Gelora Aksara Pratama.

Jannah, A. N. (2019). Peningkatan keterampilan melipat melalui metode demonstrasi di kelompok A Taman Kanak-Kanak Tapas Ar-Rahman Semampir Sedati Sidoarjo [Skripsi].

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2015). Pedoman penilaian pembelajaran anak usia dini. Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini.

Kristanto, M., & Haryanto, E. (2014). Pendidikan seni rupa anak. IKIP PGRI.

Lutan, R. (2013). Belajar keterampilan motorik: Pengantar teori dan metode. Depdiknas.

Mardawani. (2020). Praktis penelitian kualitatif: Teori dasar dan analisis data dalam perspektif kualitatif. CV Budi Utama.

Moleong, L. J. (2008). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Monsma, W. (2015). Assessment of gross motor development. Jurnal Motoric Development.

Mursid. (2015). Pengembangan pembelajaran PAUD. Rosdakarya.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak.

Ria, K., & Mayasari, M. (2015). Meningkatkan motorik halus melalui kegiatan melipat kertas pada kelompok B4 di TK Masjid Syuhada Yogyakarta [Skripsi].

Rudiyanto, A. (2016). Perkembangan motorik kasar dan motorik halus anak usia dini. Darussalam Press.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Cetakan ke-2). Alfabeta.

Sujiono, B., dkk. (2008). Metode pengembangan fisik. Universitas Terbuka.

Sumantri, Sobariyah, dkk. (2016). Penerapan kegiatan melipat kertas origami untuk meningkatkan motorik halus anak. e-Journal Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Pendidikan Ganesha, 4(2).

Sumanto. (2005). Pengembangan kreativitas seni rupa anak TK. Departemen Pendidikan Nasional.

Syamsu, Y. (2014). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Remaja Rosdakarya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Uswatun, H. (2016). Pengembangan kemampuan fisik motorik melalui permainan tradisional bagi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 5(1).

Uswatun, N. (2020). Meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak melalui kegiatan meronce biji-bijian. Jurnal Program Studi PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya.

Widayati, S., Simatupang, N. D., Aprianti, & Maulidiya, R. (2020). Kegiatan melipat kertas lipat bermotif untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1).

Widyastuti, D., & Widyani, R. (2011). Panduan perkembangan anak 0–1 tahun. Puspa Swara.

Winarni. (2010). Pengembangan kreativitas anak usia dini melalui origami. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan, 2(3).

Wiyani, N. A. (2016). Konsep dasar PAUD. Gava Media.

Yusuf, S. (2014). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Remaja Rosdakarya.

Al-Qur’an Al-Hikmah dan terjemahnya. (2010). CV Penerbit Diponegoro.

Published

2025-12-24